Rangkuman Buku Pengantar Interaksi Manusia dan Komputer

Nama         : Muhammad baharun

Kelas         : IMK-E

NIM          : 19.01.013.087

Dosen       : Nawassyarif, S.Kom, M.Pd

https://uts.ac.id/


BAB 1

            Kebutuhan akan interaksi manusia komputer telah berkembang sangat pesat oleh banyaknya produk interaktif yang memiliki desain antarmuka yang tidak kompatibel dengan keinginan pengguna. Pengguna saat ini juga sangat memperhatikan efektivitas produk interaktif sehingga penggunaan produk interaktif lebih efisien dan efektif untuk digunakan.

            Fakta hari ini menunjukkan bahwa kita sehari-hari menggunakan banyak produk interaktif untuk memfasilitasi pekerjaan sehari-hari. Produk interaktif yang dimaksud adalah setiap jenis produk yang mengharuskan pengguna untuk berinteraksi dengannya untuk melakukan kegiatan yang dibutuhkan pengguna. Contohnya adalah membeli e-Book dari situs di Internet, mengetik tugas di komputer, dan mengirim pesan singkat (sms) melalui telepon seluler. Dalam modul ini, produk interaktif tidak terbatas pada aplikasi komputer saja karena produk interaktif saat ini telah berkembang pesat dan merupakan bagian dari kebutuhan manusia. Dengan demikian, produk interaktif adalah semua jenis system interaktif, alat, aplikasi, dan perangkat keras yang melibatkan interaksi antara manusia dan produk-produk interaksi tersebut.

            Interaksi manusia komputer merupakan suatu bidang yang digunakan dengan secara luas pada tahun 1980-an. Para desainer produk interaktif menyadari bahwa ada kelemahan dalam interaksi atau komunikasi antara pengguna dan produk interaktif.

            Di antara kelemahan dalam interaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

·         Pengguna sulit untuk memahami instruksi yang ada di komputer.

·         Pengguna tidak dapat menyelesaikan tugas seperti yang diharapkan ketika menggunakan perangkat lunak atau sistem.

·         Pengguna sulit untuk menggunakan sistem komputer.

·         Pengguna merasa kecewa menggunakan komputer.

·         Pengguna merasa bosan menggunakan produk interaktif

 

            Interaksi manusia komputer adalah bidang multidisiplin penting dalam merancang produk interaktif. Berbagai bidang keahlian saling membutuhkan untuk mengembangkan produk interaktif yang bermanfaat. Di antara bidang keahlian yang dibutuhkan adalah bidang psikologi, ergonomi, sains, kognitif, ilmu komputer, teknologi informasi, sosiologi, bisnis, desain grafis, penulisan teknis dan sebagainya.

            Komponen dasar dalam menghasilkan produk interaktif terdiri dari tiga, yaitu manusia, komputer, dan interaksi. Manusia akan berinteraksi dengan komputer atau produk interaktif yang berbasis sistem computer melalui media perantara yang dikenal sebagai antarmuka. Antarmuka merupakan satu bentuk tampilan yang dapat menerima dan memberi umpan balik dari pengguna ke komputer atau sebaliknya. Ini berfungsi untuk menerjemahkan informasi di antara manusia dan computer secara efisien.

 

A.    Manusia

Manusia berfungsi sebagai pengguna yang menggunakan produk interaktif dan komponen dasar yang memulai interaksi antarakomputer (produk interaktif). Oleh karena itu, amatlah penting bagi desainer produk interaktif untuk memahami manusia sebagai pengguna dari aspek kemampuan dan limitasi manusia yang akan memberi dampak pada penggunaan produk interaktif tersebut. Apabila kemampuan dan limitasi manusia dipahami, desain produk yang dihasilkan akan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Selain itu, kemampuan dalam penerimaan dan pemahaman informasi dihindari.

 

B.     Komputer

Komputer atau produk interaktif yang berbasis komputer berperan sebagai alat untuk melaksanakan tugas atau kegiatan yang dikehendaki atau dibutuhkan oleh manusia. Komputer juga harus dipahami dalam konteks interaksi dengan manusia dan pengaruh teknologi computer terhadap gaya interaksi antarmuka. Dalam buku ini misalnya, keyboard sebagai alat input (masukan) dibahas dari perspektif desain bentuk antarmuka dan interaksi.

 

C.    Interaksi

Proses interaksi melibatkan dua keterlibatan peserta yang minimum. Dalam konteks interaksi manusia komputer, pandangan tersebut adalah dari manusia dan komputer. Model interaksi Norman yang melibatkan siklus pelaksanaan dan evaluasi digunakan untuk menjelaskan interaksi yang terlibat antara manusia dan komputer. Gambar 1.9 menunjukkan model interaksi Norman yang melibatkan pengguna, input, system (komputer) dan output. Input dan output bersama-sama membentuk antarmuka komputer.

 

Tujuan Interkasi Manusia Komputer

Tujuan umum interaksi komputer manusia adalah untuk memenuhi kebutuhan pengguna sehingga desain produk interaktif dapat mendukung kebutuhan tersebut. Produk-produk interaktif akan gagal menarik minat pengguna jika pengguna merasa kesulitan untuk berinteraksi dengan produk-produk tersebut, walaupun memiliki fungsifungsi yang canggih dan terkini. Produk interaktif yang perlu dibangun memiliki desain produk yang efektif yang dapat membantu pengguna menghasilkan produktivitas tinggi dalam penggunaannya. Itu juga harus dirancang untuk mendukung pembelajaran yang efektif. Jadi tujuan interaksi manusia komputer adalah untuk berbagi kedua tujuan yaitu tujuan dan tujuan pengalaman pengguna.

 

Tujuan Usability

Kegunaan memungkinkan produk interaktif untuk digunakan. Ini juga memastikan produk interaktif mudah dipelajari, efektif digunakan dan menyenangkan digunakan dari perspektif pengguna. Ada banyak prinsip kegunaan yang digunakan untuk mencapai tujuan. Dalam modul ini kita membahas enam prinsip penting yang mendukung sasaran kegunaan yang mudah dipelajari, mudah diingat cara menggunakannya, efisien dalam penggunaan, efisien dalam penggunaan, aman digunakan, dan berfungsi dengan baik.

 

Tujuan Pengalaman Pengguna

Para peneliti dan pengembang telah mengembangkan tujuan interaksi komputer manusia untuk menunjukkan bahwa ada peningkatan dan diversifikasi dalam teknologi yang mendukung aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari mereka. Selain membangun produk interaktif untuk memenuhi kegunaannya, produk interaktif juga harus dibuat untuk memenuhi pengalaman pengguna. Tujuan ini berfokus pada persepsi konsumen dan persepsi tentang produk yang digunakan. Ini sangat cocok untuk pengembangan aplikasi aplikasi hiburan, permainan komputer dan pengembangan anak. Tujuan dari pengalaman pengguna yang ingin mereka capai dalam produk mereka adalah untuk memberikan kepuasan kepada pengguna sehingga pengalaman itu merupakan pengalaman yang memuaskan, menghibur, menyenangkan, bermanfaat dan memotivasi bagi pengguna untuk menggunakannya lagi.

 

 

 

 

 

 

BAB 2

 

Jenis Pengguna

Ada dua masalah utama yang ditekankan dalam mendesain produk interaktif yang merupakan tujuan yang ingin Anda capai dari penggunaan produk interaktif dan tipe target pengguna yang akan menggunakan produk tersebut. Jenis pengguna perlu diketahui sebelum merancang suatu produk karena merekalah yang akan mengadopsi dan berinteraksi dengan produk yang dibangunkan. Ada dua jenis pengguna yang ditekankan dalam desain antarmuka pengguna seperti

pengguna pemula dan ahli. Tipe pengguna ini dikategorikan dari aspek pengalaman ke sistem komputer dan pengetahuan tentang dominan atau konteks tugas.

 

1.      Pengguna Pemula

Pengguna pemula memiliki sedikit pengalaman atau tidak ada pengalaman langsung dengan penggunaan sistem komputer. Pengetahuan pemula tentang konteks domain atau tugas juga terbatas. Jadi, pengguna pemula akan membutuhkan waktu lama untuk berinteraksi atau mempelajari produk-produk interaktif. Misalnya, pengguna pemula yang tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan untuk menggunakan perangkat lunak komputer akan membutuhkan waktu lama untuk memahami cara menggunakannya.

 

2.      Pengguna Ahli

Pengguna ahli memiliki banyak pengalaman dalam menggunakan sistem komputer. Pengetahuan pengguna ahli terhadap konteks domain atau tugas juga sangat luas. Oleh karena itu, pengguna ahli akan membutuhkan waktu singkat untuk berinteraksi atau mempelajari

produk-produk interaktif. Misalnya, pengguna ahli yang berpengalaman dan berpengetahuan luas akan berhasil menyelesaikan tugas mereka dalam waktu singkat dibandingkan dengan penggunaan jangka panjang oleh pengguna pemula.

 

Model Konsep

Model konseptual berarti deskripsi rekomendasi sistem yang ide dan konsep bagaimana cara ia bekerja dan apa yang harus dilakukan untuk mengintegrasikan dan dipahami oleh pengguna dalam kondisi yang dibutuhkan. Ini merupakan representasi terhadap cara kerja suatu benda. Setiap individu memiliki model konseptual dan model mental mereka sendiri. Model konsep akan membuat konsep representasi model mental dalam model mental yang aman adalah representasi kognitif pengguna terhadap suatu objek. Jadi model konsep dengan model mental pengguna, berarti kita telah dapat menggunakan banyak kegunaan.

            Misalnya, ketika seseorang pengguna menemukan computer mengalami masalah kesalahan system disk atau sistem disk error, pengguna akan mulai berpikir kenapa komputer itu mengalami masalah tersebut dan setelah berpikir, pengguna menemukan bahwa masalah itu terjadi mungkin disebabkan oleh dua hal yaitu apakah disket rusak atau driver disket yang rusak. Setelah itu, pengguna berpikir pula bagaimana cara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Segala solusi masalah tersebut dinamakan sebagai model mental. Selanjutnya tindakan yang diambil oleh pengguna untuk menghadapi masalah tersebut adalah mengganti pembaca disc atau disket yang baru. Jadi, saran dan tindakan yang diambil oleh pengguna bagaimanakah cara kerja untuk menyelesaikan masalah tersebut dinamakan sebagai model konsep.

 

Langkah Merumus Model Konsep

Ada beberapa persoalan yang harus dijawab untuk merumuskan model konsep seseorang terhadap suatu tugas yang didukung oleh system komputer. Persoalan tersebut adalah seperti berikut:

1.        Apa yang dibuat oleh pengguna saat melakukan tugas?

2.        Bagaimana sistem dapat mendukung tugas pengguna?

3.        Apakah jenis metafora yang sesuai?

4.        Apakah jenis gaya interaksi yang sesuai?

 

            Tentukan semua langkah tersebut untuk membuat model konsep sebelum merancang sesuatu produk interaktif. Model konsep perlu dikenal terlebih dahulu supaya tidak ada hal penting yang tertinggal setelah produk didesain. Ini bertujuan untuk menghindari membangun mengeluarkan banyak modal jika ada hal penting yang tertinggal setelah produk didesain oleh model konsep yang tidak lengkap.

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

RANGKUMAN MATERI HIMPUNAN

Tugas Pertemuan 4,5,6,7,Kecerdasan Buatan